Sejarah


Sejarah Jepara

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadiri suami. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.

Pada masa lampau, oleh para pakar dikemukakan, Jepara dikenal sebagai kota penting di tanah Jawa.Dalam berita-berita Cina zaman dinasti T’ang disebutkan bahwa pada tahun 674 Masehi, Jawa dipimpinoleh seorang ratu bernama Shima. Kerajaannya bernama Kalingga (abad ke-7 sampai abad 10), yakniberada di Jawa Tengah bagian utara, tepatnya di Jepara. Ia dikenal memimpin kerajaan dengan sangatkeras dan tegas, sehingga apabila terdapat barang yang tercecer di tengah jalan tidak seorangpun beranimemungutnya kecuali pemiliknya sendiri. Beliau juga dikenal memerintah rakyat dan kerajaannyadengan arif, adil dan bijaksana. Keadilan dan kearifan itu terlihat pada kepatuhannya menegakkan hukumdan peraturan yang telah ditetapkan oleh kerajaan, sehingga keputusan-keputusan yang diambil tidak menimbulkan keraguan dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan pemerintahan yang kuat seperti itumenjadikan dirinya sangat disegani, tidak hanya oleh rakyatnya sendiri tetapi juga oleh bangsa-bangsalain. Dalam suatu riwayat dijelaskan, ketika raja Ta-Che di Arab mendengar kearifan dan keadilan RatuShima, ia mengutus seorang hulubalang meletakkan pundi-pundi berisi dinar di tengah jalan.Dikemukakan, bahwa selama tiga tahun, orang-orang yang lewat tidak seorang pun yang beranimemungut pundi-pundi tersebut. Ketika Putra Mahkota berjalan-jalan, secara tidak sengaja kakinyamenyentuh pundi-pundi itu. Oleh karena kesalahannya itu, Ratu Shima memerintahkan agar putramahkota dihukum penggal. Berdasarkan pertimbangan ahli hukum dan para pembesar kerajaan, akhirnyakaki Putra Mahkota diamputasi sebagai hukuman atas kesalahannya, sebab kakinyalah yang bersalah.Setelah mendengar hal itu, raja Ta-Che merasa segan dan tidak berani menyerang Ratu Shima.

Bersamaan dengan perkembangan pelabuhan itu, juga dikembangkan unit usaha industri galangan kapal.Pada abad ke-16, industri galangan kapal di Jawa sangat terkenal di Asia Tenggara. Keahlian arsitek kapal Jawa juga sangat terkenal. Atas keahlian mereka itu, pada tahun 1512 Albuquerque membawa 60tukang yang cakap dari Jawa untuk memperbaiki kapal-kapal Portugis yang rusak di pantai daratan India.Sehubungan dengan peran Jepara sebagai pelabuhan yang baik dan aman untuk berlabuhnya kapal-kapalniaga besar, dan juga untuk menunjang aktivitas dan ekspedisi militer, maka kebutuhan kapal menjadimeningkat. Oleh karena itu, Ratu Kalinyamat bersama suaminya membangun dan mengembangkanindustri galangan kapal besar-besaran yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Tenagatersebut melibatkan Arsitek, Tukang Kayu dan para Pekerja Kasar, yang dipimpin langsung oleh SunanHadirin dan Ratu Kalinyamat.

Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar NIMAS RATU KALINYAMAT.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai “RAINHA DE JEPARA”SENORA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.

Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.

Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah

Berbagai peninggalannya dan makam beliau masih dapat kita lihat sampaisekarang di Masjid dan Makam Mantingan Jepara.

Tiga abad sesudah pemerintahan Ratu Kalinyamat, muncul R.A. Kartini pada abad ke-19 dan ke-20 yangmemiliki kualifikasi sebagai figur pejuang gigih dan menaruh perhatian besar di bidang sosial, politik,ekonomi, seni, budaya dan agama. Ia lahir di Mayong pada tahun 1879, pada waktu berlangsungnyahegemoni kolonial Belanda. Peranan R.A. Kartini sebagai pemimpin gerakan wanita menembus abad ke-19 dan memasuki awal abad ke-20. Gaung perjuangannya terasa sampai sekarang. Ia adalah putrakeempat dari delapan bersaudara dari putra R.M.A.A. Sosroningrat, seorang Bupati Jepara yangmemerintah sejak tahun 1880 sampai tahun 1905. Gelar Adipati baru diperoleh R.M.A.A. Sosroningratpada tahun 1895, setelah ia menjabat sebagai Bupati Jepara selama 15 tahun. Selama R.A. Kartini masihsekolah, ia sangat produktif menuangkan gagasan dan pemikirannya dalam berbagai bidang. Pikiran-pikiran R.A. Kartini dikomunikasikan kepada Ny. Abendanon, orang Belanda yang diakui oleh R.A.Kartini sebagai ibu angkat, dan kepada teman-teman sejawatnya orang-orang Belanda. Sampai sekarang,berkas surat-suratnya masih tersimpan dengan baik di negeri Belanda. Berkat surat-suratnya yangcemerlang dan menawan hati itu, R.A. Kartini menjadi orang terkenal di kalangan masyarakat terdidik Eropa, khususnya di negeri Belanda. Ia dipandang sebagai seorang timur yang memiliki pemikirancerdas, cemerlang, dan berbobot. Berkat jasa dan perjuangan beliau, akhirnya R.A. Kartini mendapatpenghargaan Bangsa Indonesia sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

Jauh sesudah masa pemerintahan Ratu Shima berlalu, tenggang 9 abad, yaknipada abad ke-16, di Jepara terdapat pula seorang tokoh wanita yang sangatterkenal yaitu Ratu Kalinyamat. Beliau adalah putra ketiga dari enambersaudara keturunan Sultan Trenggana dari Demak. Ratu Kalinyamat menikahdengan Sunan Hadirin, yakni seorang keturunan Cina bernama Wintang yangtelah menjadi Islam berkat bimbingan Sunan Kudus. Perkawinan antarapetualang-petualang asing dengan gadis-gadis kalangan bangsawan tinggiseperti itu merupakan peristiwa yang dianggap biasa, tetapi dengan syaratkedua belah pihak telah memeluk agama Islam sebagai pedoman hidupmereka. Pada zaman pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara telah berkembangmenjadi kota pelabuhan yang penting bagi dunia pelayaran, karena mampumenampung kapal besar bermuatan 200 ton atau lebih.

Sumber Daya Manusia di Jepara

  1. Kecamatan Donorojo

Mayoritas penduduk Donorojo bekerja sebagai Petani dan Buruh Tani. Diantara nama Kelompok Tani tersebut antara lain : Kelompok Tani “Sido Mulyo I”, Kelompok Tani “Bhina Usaha”, Kelompok Tani “Marsudi Bugo I” dan lain sebagainya yang lengkap dengan berbagai visi dan misinya. Seiring peran pentingnya, serta demi meningkatkan kesejahteraan hidup, pihak Pemerintah pun banyak mendukung. Diantaranya kemudahan mendapat dana bantuan pinjaman/ kredit Program KKP-E kerjasama BRI dan Dinas Pertanian dan Peternakan Jepara Tahun 2009 sebesar Rp. 250.000.000,-/ kelompok, yang masing-masing kelompok beranggotakan 10 Petani/ Peternak.

Lebih lanjut, berkenaan dengan kependidikan, dapat dikatakan masyarakatnya sangat peduli Pendidikan. Hal ini bisa diamati dari banyaknya Lembaga Pendidikan yang ada, baik Pendidikan Formal maupun Non Formal. Dikemukakan, terhitung sejak Tahun Pelajaran 2007/ 2008 (mulai Juli 2007), jenjang pendidikan dasar ini telah banyak mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat dalam rangka penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. Yakni dengan adanya pembebasan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu, serta meringankan siswa lain agar mereka memeroleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat. Yakni dengan adanya Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan ketentuan : Tingkat SD/ MI/ Sederajat sebesar Rp. 254.000,-/ Siswa/ Tahun, dan SMP/ MTs/ Sederajat sebesar Rp. 354.000,-/ Siswa/ Tahun. 2) Pendidikan Formal Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. 3) Pendidikan Formal Keagamaan, yakni : Madin dan Ponpes yang berfungsi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan ajaran Islam dan atau menjadi ahli ilmu Agama Islam. Sehubungan dengan hal tersebut, berdasarkan Data Kecamatan Donorojo, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Desa Clering boleh dikatakan jumlahnya merupakan yang terbanyak se-Kecamatan Donorojo. Yakni sebanyak 20 TPQ, yang bertujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan meningkatkan minat baca Al-Qur’an serta penghayatan dan pembinaan anak-anak sebagai generasi penerus umat Islam dalam menambah syiar Islam. Selain berbagai jalur Pendidikan Formal di atas, Donorojo pun sangat mendukung jalur Pendidikan Non Formal sebagai pelengkapnya. Sehingga dari rangkaian informasi tersebut, dapat diketahui bersama bahwa tingkat kepedulian dan minat kependidikan masyarakat Kecamatan Donorojo pun sangat beragam, seiring tingkat kebutuhan hidup dan jiwa zaman. Lebih lanjut, terkait tingkat kebutuhan tenaga kependidikan dan kesadaran masyarakat, kini boleh dikatakan bahwa sumber daya manusia Kecamatan Donorojo pun meningkat. Hal ini bisa diamati dari banyaknya lulusan Perguruan Tinggi yang akhir-akhir ini secara kuantitas meningkat. Yakni banyaknya bermunculan Sarjana/ Ahli. Khususnya Sarjana Pendidikan yang akrab ditulis S.Pd. dan Sarjana Pendidikan Islam yang akrab pula dikenal S.Pd.I. seiring tanggung jawabnya pada Tri Darma Pendidikan Tinggi. Sehingga tepat dikatakan bila di Donorojo ini banyak muncul Lembaga Pendidikan, khususnya Lembaga Pendidikan Keagamaan sebagaimana tersebut di atas. Yang sangat sesuai dengan Misi Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 point ke-1, dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang religius, berilmu (cerdas) dan sehat. Yakni dengan didukung adanya beberapa dana bantuan APBD Pemerintah Kabupaten Jepara yang antara lain : 1) Dana Bantuan Operasional TPQ pada tiap tahunnya sebesar Rp. 2.500.000,-, 2) Dana Bantuan Operasional Madin sebesar Rp. 6.000.000,- dan 3) Dana Bantuan Operasional Ponpes sebesar Rp. 5.000.000,-. Selain jenis bantuan tersebut, terdapat pula dana bantuan untuk kesejahteraan Guru, yakni : Tunjangan Hari Raya sebesar Rp. 150.000,- pada tiap tahunnya yang cukup menghibur.

Kecamatan Keling

Meskipun SDM di Kecamatan Keling masih belum memadai, namun pemerintah berusaha untuk meningkatkan SDM di kecamatan ini dengan memberikan bantuan berupa LGN-OTA .Keberlangsungan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah,  tetapi melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dalam pelaksanaannya, bukan hanya biaya sekolah saja yang  harus  dicukupi, akan tetapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan lain juga harus terpenuhi. Meski dalam hal ini pemerintah telah membantu melalui program BOS (Bantuan Operasional Siswa), bagi keluarga kurang mampu masih cukup berat untuk memenuhi kebutuhan kelengkapan pendidikan lain, seperti buku dan alat tulis, seragam, dan sepatu. Karena itulah, Lembaga Gerakan Nasional – Orang Tua Asuh (LGN-OTA) sebagai gabungan suatu gerakan masyarakat yang peduli akan keberadaan dan kelangsungan pendidikan anak bangsa mencoba memberikan spirit, khususnya dari keluarga kurang mampu dengan secara rutin menggelar bhakti sosial berupa santunan pendidikan.Sehingga secara keseluruhan di Kecamatan Keling ini, tingkat SDM nya masih kurang, sebab untuk tingkat pendidikan saja masyarakatnya masih merasa kesusahan untuk mendapatkan pendidikan yang baik sehingga dengan rendahnya tingkat pendidikan, sumber daya manusianya pun masih rendah.

Kecamatan Kembang

Tingkat pendidikan penduduk di Kecamatan Kembang relatif kurang baik, namun pemerintah kabupaten Jepara terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain dengan meningkatkan berbagai fasilitas pendidikan yakni melakukan rehabilitasi gedung-gedung sekolah dasar dan sekolah menengah dan untuk pemerataan kesempatan belajar dibangun gedung-gedung baru dibeberapa tempat. Saat ini telah dilakukan pembebasan pungutan SPP terhadap murid SD dan SLTP yang secara bertahap akan dilakukan sampai dengan tingkat SLTA.

Perkembangan kesehatan masyarakat pun sangat memprihatinkan, hal ini dikarenakan lokasi yang jauh dari kota dan terletak di pegunungan.

Pembangunan bidang agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk meletakkan landasan moral, etik dan spiritual yang kokoh dalam rangka membangun SDM yang religius. Dalam bentuk fisik, pembangunan bidang agama mengacu pada tersedianya bantuan untuk pembangunan atau rehabilitasi tempat peribadatan, penyediaan kitab suci, rehabilitasi balai siding pengadilan agama, rehabilitasi kantor-kantor agama, dan lain sebagainya. Kecamatan Kembang ini memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam yakni 95,72 %, Protestan 2,44 %, Katolik 0,82 %, Hindu 0,68 % dan Budha 0,53 %.

Kecamatan Bangsri

Secara umum, Kecamatan Bangsri ini memiliki SDM yang religious. Hal ini dapat dikatakan sebab di daerah ini terdapat berbagai pondok pesantren. Kecamatan Bangsri yang menjadi tempat needs assessment program ICIP, adalah salah satu kecamatan di antara 14 kecamatan yang ada di Jepara. Pemilihan wilayah needs assessment ini, berdasarkan pertimbangan bahwa Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari yang ada di kecamatan Bangsri ini, merupakan jaringan Ford Foundation yang sudah terpercaya untuk melaksanakan berbagai program. Meskipun secara religious, di Kecamatan Bangsri ini memiliki tingkat religious yang cukup tinggi, akan tetapi untuk sekolah formal masih kurang memadai, hal ini dibuktikan masih minimnya sekolah kejuruan maupun non kejuruan.

Kecamatan Mlonggo

Sumber Daya Manusia di Kecamatan Mlonggo masih relative standar, hal ini dapat dilihat dari sedikitnya jumlah jenjang pendidikan di kecamatan ini. SDM religious pun hanya beberapa saja, hal ini dibuktikan dengan sedikitnya pondok pesantren atau sekolah agama di kecamatan ini. Sehingga pemerintah pun berupaya untuk lebih meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai bekal pembangunan yang lebih baik.

Kecamatan Pakis Aji

Sumber Daya Manusia di Kecamatan Pakis Aji tergolong cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan dibangunnya kampung teknologi merupakan kawasan pengembangan sektor ekonomi strategis daerah berbasis teknologi. Dirintis di Pakisaji sejak tahun 2007, area ini diproyeksikan memiliki tiga klaster unggulan masing-masing klaster agrotechnopark, klaster ecopark, dan klaster technopark. Lokasi  yang terletak di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, berada pada lahan seluas 110 hektare yang dikelola unit Agribisnis Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Jepara. Kawasan agrotechnopark merupakan kawasan untuk pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi. Kawasan technopark diarahkan untuk pengembangan sektor industri pengolahan berbasis teknologi. Sedangkan kawasan ecopark merupakan area wisata edukatif.
Kampung Teknologi merupakan strategi daerah berbasis teknologi yang menyajikan, memperagakan, dan menginformasikan teknologi terkini. Berbagai bidang studi yang ditampilkan bertujuan untuk mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, yang berbasis teknologi sebagai bentuk alih teknologi kepada masyarakat.
Pembangunan Kampung Teknologi sebenarnya untuk menjawab kebutuhan akan pengetahuan dan teknologi dalam rangka memajukan perekonomian masyarakat seiring dengan perkembangan iptek yang sedemikian pesat. Kampung teknologi yang akan dibangun merupakan kawasan pengembangan sektor ekonomi strategis daerah berbasis teknologi yang menyajikan, memperagakan, dan menginformasikan teknologi terkini. Tentunya dari berbagai bidang studi yang ditujukan untuk pengembangan komoditas unggulan daerah, penelitian, pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk alih teknologi kepada masyarakat. 
Dengan dibangunnya kampung teknologi di Kecamatan Pakis Aji ini sudah mengindikasikan bahwa tingkat pendidikannya cukup tinggi, tanpa adanya tingkat pendidikan yang tinggi tidak mungkin dapat mengelola kampung teknologi yang baik. 

Kecamatan Jepara

Sumber Daya Manusia di Kecamatan Jepara ini sudah menunjukan perubahan yang lebih positif. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah sekolah formal dan non formal. Selain itu, masyarakatnya juga memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti membuat ukiran yang mana menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Meskipun begitu, SDM religious di kecamatan ini masih belum begitu baik, walaupun mayoritas beragama islam akan tetapi masih sedikit ditemui sekolah agama atau pondok pesantren.

Kecamatan Tahunan

Sumber Daya Manusia di Kecamatan Tahunan tergolong masih rendah. Sekolah formal dan non formal masih sangat sedikit jumlahnya. Meskipun begitu, pembangunan sarana prasarana pendidikan terkesan lambat. Jika dibandingkan dengan kecamatan lain, kecamatan Tahunan ini memiliki SDM yang kurang.Meskipun begitu, masyarakatnya ahli dalam pembuat kerajinan, hal ini didukung dengan dibangunnya Sekolah Ukir yang terletak di Tahunan, serta Sekolah Tinggi Teknologi dan Desain (STTD-NU) di Tahunan. STTD-NU misalnya, lembaga pendidikan tinggi yang dahulunya bernama Akademi Teknologi dan Industri Kayu (ATIKA) ini berkonsentrasi pada studi tentang teknologi perkayuan dan desain mebel. Sehingga dapat dikatakan, di Kecamatan tahunan ini sebagian besar sekolah untuk bekal ketrampilan.

Kecamatan Batealit

Meskipun sumber daya manusia nya di Kecamatan Batealit masih rendah, akan tetapi pemerintah mengupayakannya dengan membangun SKB Jepara di Kecamatan Batealit ini. SKB adalah sanggar kegiatan belajar yang mempunyai visi dan misi sebagai berikut

Visi
Terwujudnya Masyarakat Gemar Belajar Cerdas Terampil dan Berbudi Pekerti luhur.

Misi

  • Mengembangkan SDM yang berkualitas
  • Memandirikan warga belajar
  • Menciptakan kesempatan belajar
  • Membangkitkan kemauan belajar masyarakat

Tujuan
Berdasarkan visi dan misi di atas, maka SKB Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga belajar, kecerdasan dan keterampilan sehingga menjadi manusia yang mandiri dan mampu bersaing dalam era globalisasi.

Dengan adanya SKB Jepara ini, paling tidak membantu meningkatkan SDM masyarakatnya yang lebih baik yang diiringi dengan kemajuan jenjang pendidikan di kecamatan ini serta kesadaran masyarakatnya untuk berpendidikan lebih baik agar tercipta pembangunan yang efektif dan efisien.

Kecamatan Nalumsari

Sumber Daya Manusia di Kecamatan Nalumsari ini didominasi oleh tingkat pendidikan penduduk di relatif kurang baik, namun pemerintah kabupaten Jepara terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan

Pembangunan bidang agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk meletakkan landasan moral, etik dan spiritual yang kokoh dalam rangka membangun SDM yang religius. Hal ini dibuktikan dengan lebih banyaknya dibangun sekolah agama atau pondok pesantren dibanding sekolah formal dan sekolah kejuruan.

Kecamatan Mayong

Sumber Daya Manusia nya di Kecamatan Mayong ini banyak diidentikkan sebagai perajin, hal ini dapat dilihat dari terkenalnya gerabah mayong. Mereka sebagian besar bekerja sebagai perajin gabah. Secara kualitas hasil dari kerajinan gerabah masyarakat mayong lor tidak kalah dengan kualitas daerah lain, namun secara inovasi belum berkembang dan hanya  mengandalkan bentuk desain sesuai pesanan. tetapi ada salah satu orang yang telah berusaha untuk terus mengembangkan inovasinya dalam hal desain, yaitu Kasturi maestro keramik gerabah mayong yang telah belajar pembuatan keramik sampai ke China dan karyanya telah merambah ke mancanegara

Saat ini  yang dibutuhkan oleh para pengrajin adalah bentuk pemfasilitasan dari pemerintah untuk membuat sistem marketing dan pemasaran, dikarenakan mereka sulit sekali untuk menembus pasaran sehingga perkembangan sentra kerajinan gerabah cukup mengkhawatirkan, selain itu sangat jarang generasi muda untuk menekuni bidang kerajinan gerabah maka proses pengkaderan pun menjadi salah satu kendala selain kendala pemasaran diatas.

Meskipun begitu, untuk jenjang pendidikan sekolah formal masih minim, hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakatnya hanya memfokuskan pada sekolah kejuruan saja.

Kecamatan Pecangaan

Sama seperti Kecamatan Mayong, Sumber Daya Manusia di kecamatan ini didominasi oleh sekolah kejuruan. Sekolah formal jumlahnya lebih sedikit. Pemerintah pun telah berupaya agar antara sekolah formal dan sekolah kejuruan dapat berjalan seimbang, akan tetapi faktanya, masih banyak warganya yang lebih memilih mengikuti kursus kerajinan saja daripada bersekolah mahal-mahal. Sebab mereka berpikir, dengan mengikuti kursus kerajinan pun dapat bekerja, akan tetapi tidak memiliki SDM yang tinggi.

Kecamatan Kedung

Tingkat pendidikan penduduk relatif kurang baik, namun pemerintah kabupaten Jepara terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain dengan meningkatkan berbagai fasilitas pendidikan yakni melakukan rehabilitasi gedung-gedung sekolah dasar dan sekolah menengah dan untuk pemerataan kesempatan belajar dibangun gedung-gedung baru dibeberapa tempat. Saat ini telah dilakukan pembebasan pungutan SPP terhadap murid SD dan SLTP yang secara bertahap akan dilakukan sampai dengan tingkat SLTA. Serta adanya bantuan BOS dan LNG-OTA

Pembangunan bidang agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk meletakkan landasan moral, etik dan spiritual yang kokoh dalam rangka membangun SDM yang religius, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sekolah agama maupun pondok pesantren di kecamatan ini.

Kecamatan Kalinyamatan

Sumber daya Manusia di Kecamatan Kalinyamatan ini dapat dilihat dari adanya penerapan sosioteknologi dalam home industri di Kecamatana Kalinyamatan. Penerapan Sosioteknologi ini dilakukan untuk meningkatkan inovasi-inovasi baru terhadap kerajinan tangan. Meskipun hanya sedikit jenjang pendidikan formal di kecamatan ini, akan tetapi SDM masyarakatnya cukup tinggi di bidang kerajinan tangan khususnya home industri monel.

Kecamatan Welahan

Secara keseluruhan, sumber daya manusia di Kecamatan Welahan masih tergolong standar. Hal ini dapat dilihat dari minimnya jenjang pendidikan yang ada. Tidak hanya sekolah formal, sekolah agama maupun sekolah kejuruan saja jumlahnya sangat sedikit. Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan jumlah jenjang pendidikan yang ada, akan tetapi masyarakatnya masih kurang aktfif untuk meningkatkan mutu SDM yang baik.

Kecamatan Karimunjawa

Sumber Daya Manusia yang ada di Kecamatan Karimunjawa ini sebagian besar berhubungan dengan pariwisata di karimunjawa. Mereka memanfaatkannya untuk mengelola potensi yang ada di karimunjawa ini. Mereka meningkatkan SDM nya dengan lebih mendekatkan pada alam, di sana hanya sedikit sarana prasarana pendidikan. Masyarakat disana lebih senang jika langsung berinteraksi dengan alam untuk meningkatkan sumber daya manusianya.

Sumber:

http://ninotz.forumotion.com/t1-sejarah-jepara

http://www.scribd.com/doc/48850345/JEPARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 17,298 hits
%d bloggers like this: