Luas Wilayah Kabupaten Jepara


Luas Wilayah Kabupaten Jepara

 

Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Jepara 1.004,13 Km2 dan terletak pada posisi 3 23’ 20” sampai 4 9’ 35” bujur timur dan 5 43’ 30” sampai 6 47’ 44” lintang selatan. Kabupaten Jepara terbagi menjadi 14 Kecamatan dan ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara dan barat, Kabupaten Demak di sebelah selatan, serta Kabupaten Kudus dan Pati di sebelah timur. Di wilayah Jepara bagian utara juga, lahannya didominasi oleh usaha perkebunan, kehutanan, serta pertanian tanaman pangan. Dan, Jepara yang memiliki garis pantai sepanjang 72 km, memiliki potensi dalam bidang perikanan sangat besar. Sedangkan keberhasilannya nampak pada semakin meningkatnya peran serta para pelaku pembangunan sektor perikanan yaitu pembudidaya tambak, nelayan, KUD, swasta dan semakin efektifnya pelaksanaan dan fungsi Pemerintah.

Dengan garis pantai sepanjang 72 km termasuk keberadaan Karimunjawa, maka luas wilayah penangkapan laut, baik jalur I, II dan III mencapai 1.500 km2. Sedangkan budidaya laut dapat dilakukan di atas areal seluas 10.000 Ha dan luas areal budi daya laut dan penangkapan diperairan umum mencapai 1.472 Ha lebih. Selain pantai, dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1.845,6 km². Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau, dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa, yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan.

Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. Dikaitkan dengan bentuk pulau Jawa, posisi wilayah Kabupaten Jepara ini sebenarnya kurang menguntungkan. Berada di ujung utara Pulau Jawa menjadikan Jepara tak terlewati jalur utama pantura.

Tabel I

Luas Daerah Setiap Kecamatan Di Kabupaten Jepara

No. Kecamatan Luas (Ha) Luas (Km2) Desa/Kel RW RT
1. Kedung 4.306,28 43,063 18 63 250
2. Pecangaan 3.539,90 35,399 12 58 333
3. Kalinyamatan 2.417,91 24,179 12 50 236
4. Welahan 2.764,21 27,642 15 44 216
5. Mayong 6.504,27 65,043 18 75 383
6. Nalumsari 5.696,54 56,965 15 78 365
7. Batealit 8.887,87 88,879 11 51 282
8. Tahunan 3.890,58 38,906 15 74 315
9. Jepara 2.466,70 24,667 16 81 291
10. Mlonggo 10.295,52 102,955 16 89 509
11. Bangsri 8.535,24 85,352 12 120 433
12. Kembang 10.812,38 108,124 11 77 324
13. Keling 23.175,80 231,758 20 116 551
14. Karimunjawa 7.120,00 71,2 3 14 52
Jumlah 100.413,19 1.004,13 194 990 4540

Sumber : Jepara Dalam Angka Tahun 2005

Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24,179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231,758 km2). Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering, sebesar 740,052 km2 (73,70%) sisanya merupakan tanah sawah, sebesar 264,080 km2 (26,30%).

 

Kondisi Topografi Kabupaten Jepara

 

Kabupaten Jepara memiliki relief yang beraneka ragam, terdiri dari daratan tinggi (sekitar Gunung Muria dan Gunung Clering) dan daratan rendah di sekitar pantai (Pantai Kartini, Bandengan, Bondo, dll.). Kondisi topografi antara 0 – 1.301 m di atas permukaan air laut. Penggunaan lahan sebagian besar untuk perumahan, persawahan, perkebunaan, tambak, industri, pariwisata, pertambangan, lahan kritis dan lain-lain. Morfologi daerah Jepara berdasarkan pada bentuk topografi dan kemiringan lerengnya dapat dibagi menjadi 7 (tujuh) satuan morfologi yaitu:

Dataran
Merupakan daerah dataran aluvial pantai dan sungai. daerah bagian barat daya merupakan punggungan lereng perbukitan, bentuk lereng umumnya datar hingga sangat landai dengan kemiringan lereng medan antara 0 – 5% (0-3%), ketinggian tempat di bagian utara antara 0 – 25 m dpl dan di bagian barat daya ketinggiannya antara 225 – 275 m dpl. Luas penyebaran sekitar 164,9 km2 (42,36%) dari seluruh daerah Jepara.

Daerah Bergelombang

Satuan morfologi ini umumnya merupakan punggungan, kaki bukit dan lembah sungai, mempunyai bentuk permukaan bergelombang halus dengan kemiringan lereng medan 5 – 10% (3-9%), ketinggian tempat antara 25 – 200 m dpl. Luas penyebarannya sekitar 68,09 km2 (17,36%) dari seluruh daerah Jepara.

Perbukitan Berlereng Landai

Satuan morfologi ini merupakan kaki dan punggungan perbukitan, mempunyai bentuk permukaan bergelombang landai dengan kemiringan lereng 10 – 15 % dengan ketinggian wilayah 25 – 435 m dpl. Luas penyebaran sekitar 73,31 km2 (18,84%) dari seluruh daerah Jepara.

Perbukitan Berlereng Agak Terjal

Satuan morfologi ini merupakan lereng dan puncak perbukitan dengan lereng yang agak terjal, mempunyai kemiringan lereng antara 15 – 30%, ketinggian tempat antara 25 – 445 m dpl. Luas penyebarannya sekitar 57,91Km2 (14,8%) dari seluruh daerah Jepara.

Perbukitan Berlereng Terjal

Satuan morfologi ini merupakan lereng dan puncak perbukitan dengan lereng yang terjal, mempunyai kemiringan lereng antara 30 – 50%, ketinggian tempat antara 40 – 325 m dpl. Luas penyebarannya sekitar 17,47 Km2 (4,47%) dari seluruh daerah Jepara.

Perbukitan Berlereng Sangat Terjal

Satuan morfologi ini merupakan lereng bukit dan tebing sungai dengan lereng yang sangat terjal, mempunyai kemiringan lereng antara 50 – 70%, ketinggian tempat antara 45 – 165 m dpl. Luas penyebarannya sekitar 2,26 Km2 (0,58%) dari seluruh daerah Jepara.

Perbukitan Berlereng Curam

Satuan morfologi ini umumnya merupakan tebing sungai dengan lereng yang curam, mempunyai kemiringan >70%, ketinggian tempat antara 100 – 300 m dpl. Luas penyebarannya sekitar 6,45 Km2 (1,65%) dari seluruh daerah Jepara.

Selanjutnya, topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi lagi dalam empat wilayah, yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara, wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan, wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa.

Tabel II

Ketinggian Permukaan Tanah Setiap Kecamatan Di Kabupaten Jepara

No. Kecamatan Ketinggian (mdpl)
1. Kedung 0 – 2
2. Pecangaan 2 – 17
3. Kalinyamatan 2 – 29
4. Welahan 2 – 7
5. Mayong 13 – 438
6. Nalumsari 13 – 736
7. Batealit 68 – 378
8. Tahunan 0 – 46
9. Jepara 0 – 50
10. Mlonggo 0 – 300
11. Bangsri 0 – 594
12. Kembang 0 – 1.000
13. Keling 0 – 1.301
14. Karimunjawa 0 – 100

Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005

Dengan kondisi topografi demikian, Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.301 m dpl (dari permukaan laut), daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 – 2 mdpl yang merupakan dataran pantai, sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0 – 1.301 mdpl merupakan perbukitan. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan, yaitu datar 41.327,060 Ha, bergelombang 37.689,917 Ha, curam 10.776 Ha dan sangat curam 10.620,212 Ha. Berdasar data tersebut di atas, bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria.

Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Dimana karakteristik kontur wilayah, menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis, Keling, Jarakan, Jinggotan, Banjaran, Mlonggo, Gung, Wiso, Pecangaan, Bakalan, Mayong dan Tunggul. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah, aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya, barat, dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa).

Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah, yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat, terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3.525,469 Ha, Regosol terdapat dibagian utara seluas 2.700,857 Ha, Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9.126,433 Ha, Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19.400,458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.659,972 Ha.

 

Sumber :

http://regionalinvestment.com

http://www.jeparakab.go.id

http://www.jeparaindonesia.co.cc

http://aryadhani.blogspot.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 9,998 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: